Tampilkan postingan dengan label Aksi Robot. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aksi Robot. Tampilkan semua postingan

31 Juli 2009

Ratusan Robot Beraksi Main Gamelan

Robot diciptakan manusia dengan berbagai keahlian yang disertakan. Namun tahukah Anda, bahwa ada robot yang khusus diciptakan untuk memainkan instrumen musik tradisional asal Indonesia, yakni gamelan.

Benar, ratusan robot diciptakan untuk memainkan gamelan dan membentuk sebuah pertunjukan orkestra yang spektakuler. Mereka tergabung dalam GamelanTron.

"GamelanTron adalah koleksi dari instrumen musik milik Indonesia yang bernama gamelan. Kami menambahkan kata Tron mengacu pada gamelan versi elektronik yang mereka mainkan," ujar penciptanya.

Namun jangan dulu membayangkan panggung orkestra mereka akan diisi oleh robot-robot humanoid alias robot yang berwujud seperti manusia. Robot ini diciptakan dan diwujudkan dalam bentuk 'lengan-lengan bermesin' yang berjumlah 117 buah.

Tugas dari lengan-lengan tersebut yakni sebagai martil yang bekerja bersama lewat jaringan yang dikontrol dari sebuah laptop. Sebagai otak inti dari masing-masing instrumen yang mereka mainkan, sebuah mikroprosesor yang bisa menginteprestasikan sinyal musik, dibenamkan di dalamnya.

Siapakah penemu ide kreatif tersebut? 2 orang laki-laki dari Brooklyn, Eric Singer dan Taylor Kuffnerlah yang dengan kecintaan mereka pada musik dan robot, berhasil mewujudkan ide robotic gamelan orchestra yang pertama kalinya di dunia ini.

Mereka berkolaborasi dengan League of Electronic Musical Urban Robots (LEMUR) yang didirikan Singer sendiri, juga dengan seorang komposer bernama Kuffner.

Dilansir detikINET dari Reuters, Jumat (31/7/2009), sejak pertama diluncurkan tahun lalu, berbagai kota telah mereka satroni untuk mempertunjukkan orkestra unik ini, termasuk New York, Pennsylvania dan Connecticut. Bahkan, robot gamelan ini sudah punya basis penggemar sendiri.

27 Juli 2009

Robot Sepeda Siap Pecahkan Rekor Dunia

Sirkuit Le Mans di Perancis sering jadi ajang mobil-mobil balap untuk menguji ketahanannya. Namun kali ini, Le Mans dikunjungi tamu yang lain dari yang lain, yakni sebuah robot bernama Mr Evolta.

Robot berwujud pengendara sepeda bikinan Panasonic tersebut bakal mencoba memecahkan rekor jarak terjauh untuk kategori perangkat remote control di Guiness World Record. Dalam 1 jam, si robot dapat mengayuh sepeda sejauh sekitar 1,3 km.

Mr Evolta ditargetkan dapat menempuh enam lap di Le Mans dalam waktu 24 jam. Si robot didayai dengan 2 baterai AA merek Panasonic Evolta. Memang upaya pemecahan rekor ini dilakukan Panasonic untuk membuktikan ketahanan baterai produksinya tersebut.

Mr Evolta menjelajahi sirkuit Le Mans dengan bantuan sebuah kendaraan di depannya sebagai penunjuk arah agar robot tidak melenceng dari jalannya.

Bukan kali ini saja Mr Evolta beraksi. Sebelumnya, robot mini tersebut mendaki ngarai Grand Canyon yang juga ditujukan untuk membuktikan kualitas baterai Evolta. Demikian seperti dilansir Popular Science dan dikutip detikINET, Minggu (26/7/2009).

12 Mei 2009

Robot Ikan Siap Lacak Polusi Lautan

Sekawanan robot canggih siap berkelana di lautan untuk mendeteksi polusi. Hanya saja para pembuatnya mungkin harus waspada agar robot mahal ini tak ditangkap para nelayan karena wujudnya mirip ikan.

Seperti dikutip detikINET dari AFP, Jumat (20/3/2009), robot ikan tersebut dibuat oleh para peneliti di Inggris dan akan diterjunkan di perairan Spanyol.

Dengan panjang 1,5 meter, si robot dibekali detektor untuk mengidentifikasi sumber polusi laut, misalnya kapal tanker minyak atau bahan kimia di perairan. Harga robot sekitar 20.000 Poundsterling per unitnya.

Robot itu bisa beroperasi secara mandiri dan dirancang untuk menjelajahi lautan dalam kurun waktu beberapa bulan. Dibutuhkan waktu sekitar 3 tahun bagi para peneliti di Essex University untuk membuatnya.

Profesor Huosheng Hu selaku salah satu pembesutnya menyatakan bahwa robot ini diharapkan mencegah penyebaran polusi dengan melacak sumbernya. Jika percobaan sukses, si robot akan diterjunkan di berbagai belahan dunia untuk melakukan misi yang sama.

Robot Penakluk Samudera Tiru Laba-laba

Lagi, sebuah robot yang ditujukan khusus untuk menjelajah kedalaman lautan diciptakan. Jika sebelumnya mirip dengan ikan, kali ini bentuknya meniru bodi laba-laba dengan 4 lengan yang ditautkan ke tubuh elektroniknya.

Para ilmuwan bakal menerapkan sistem sensor yang ditautkan di robot sehingga bisa melacak berbagai hal di samudera, misalnya mendeteksi kerusakan di fasilitas penggali minyak dasar laut.

Fasilitas penggali sumber minyak di dasar lautan memang didesain kuat dan tahan lama, namun tentunya juga sering mengalami kerusakan. Nah, di sinilah nantinya si robot bakal memainkan peran untuk mengidentifikasi kerusakan yang terjadi.

Robot ini dikembangkan di Fraunhofer Institute yang berbasis di Bremen, Jerman. Marcus Maiwald selaku Project Manager menerangkan bahwa jika si robot menemui rintangan, ia juga bisa menghindarinya secara mandiri.

Dikutip detikINET dari Softpedia, Jumat (8/5/2009), prototipe robot ini sedang diciptakan. Belum diungkap kapan versi finalnya benar-benar berpetualang di laut lepas.

11 Mei 2009

Robot Cerdas, Padamkan Api dan Selamatkan 'Bayi'

Dalam ajang Kontes Robot Cerdas Indonesia yang digelar di UI Depok, para robot tak hanya dituntut untuk memadamkan api. Namun mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan 'bayi'.

Memang, ajang ini dibagi menjadi 4 kategori. Dijelaskan Arif Udhiarto, Sekretaris Umum Kontes Robot Indonesia (KRI) & Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Regional II, secara umum para robot ini berkompetisi untuk memadamkan api namun disertai rintangan yang berbeda di tiap kategori.

"Dalam pertandingan kali ini, tugas robot-robot tersebut adalah memadamkan api lilin dan ada yang harus menyelamatkan boneka bayi," ujarnya kepada detikINET di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Minggu (10/5/2009).

Berikut adalah 4 kategori pada Kontes Robot Cerdas Indonesia (KRCI) Regional II:

-. Senior Beroda: Pada divisi ini, semua robot menggunakan roda sebagai alat gerak dengan misi mencari dan memadamkan api pada arena dengan kesulitan sedang. Pada divisi ini yang diutamakan adalah kecepatan dan kemampuan robot dalam bernavigasi dan bermanuver dalam mencari dan memadamkan api di suatu arena, dengan peta tertentu.

-. Senior Berkaki: Peraturannya secara umum sama dengan Divisi Senior Beroda, hanya saja para robot menggunakan kaki sebagai alat geraknya.

-. Expert Single: Suatu divisi dengan tingkat kesulitan yang tinggi dimana misi robot tidak saja mencari api lilin dan memadamkannya, namun juga harus menemukan posisi boneka bayi pada arena yang konfigurasi ruangnya acak.

-. Expert Battle: Divisi ini mempertandingkan 2 robot dari 2 tim yang berbeda di suatu arena. Mereka akan berlomba untuk memadamkan api lilin dan menyelamatkan boneka bayi.

Dari total 57 tim, nantinya akan diambil 12 tim pemenang, yang akan dipertandingkan pada Kontes Nasional KRCI 2009, yang akan digelar di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, 6-7 Juni 2009 mendatang. (detikINet.com)

30 April 2009

Robot di Sekolah, Mengubah Toys Menjadi Tools

Keberadaan robot sudah tak lagi dianggap sebagai mainan. Bahkan di dalam lingkungan belajar mengajar, mesin-mesin bergerak ini mampu memompa semangat belajar siswa.

Nah, salah satu pemain di industri mainan nan mendidik ini adalah Lego. Tak hanya ingin sekedar berjualan, Lego menegaskan juga memiliki misi edukasi dalam setiap menjual produk-produknya.

"Ya, paket Lego Education atau Lego Mikrobot menggeser pola pembelian masyarakat terhadap produk kami. Dari toys, menjadi tools. Dari mainan menjadi perangkat yang berguna," ungkap Bambang Rusli, Managing Director CV Pelopor Inovasi selaku distributor tunggal Lego Mikrobot di Indonesia.

Mulai munculnya kesadaran kalangan sekolah maupun orang tua murid akan perangkat edukasi yang menarik, interaktif, namun tidak mengurangi bobot pelajaran di dalamnya juga menjadi penyebab meningkatnya permintaan akan robot di sekolah-sekolah. Di sisi lain, anak didik saat ini lebih menyenangi perangkat bersifat hiburan.

"Siswa saat ini cenderung menyukai sesuatu yang bersifat menghibur. Dengan robot pada dasarnya siswa belajar bahasa, fisika, matematika, komputer pemrograman, mekanika bahkan musik juga bisa dipelajari dari sini. Ini membuat mereka lebih betah saat belajar," jelasnya kepada dengan detikINET di kampus ITB, Rabu (29/4/2009) petang.

Namun, keinginan pihak sekolah untuk membawa robot-robot ini ke anak didiknya tentu terhalang dengan alasan klise, yakni biaya. Alhasil, hanya sekolah yang memiliki sokongan dana berlimpah saja yang bisa mencicipi sang robot.

Melihat fenomena yang sulit dihindarkan tersebut, Lego tentunya harus memutar otak. Mereka pun rela membuat program paket cicilan buat sekolah yang ingin mengembangkan robotika namun terbatas dananya.

"Permintaan terhadap perangkat Lego Mikrobot semakin meningkat seiring dengan makin populernya robotika di Indonesia. Bahkan, penjualan perangkat pendidikan tersebut diklaimnya saat ini lebih tinggi dibandingkan penjualan perangkat Lego yang berupa mainan murni," pungkas Bambang. (DetikInet.com)

06 April 2009

Inilah Robot Pemain Bola

Tim sepak bola Spanyol kalah main bola oleh robot pemain bola 3-0. Kedengarannya sangat aneh ya, tetapi hal itulah yang terjadi. Robot pemain bola yang diciptakan di Asia, Amerika dan Eropa berhasil mengalahkan tim sepak bola Spanyol.

Robot tersebut dibuat oleh organisasi robot pemain bola, FIRA (Federation of Robot-Soccer Association) dan RoboCup Federation. Para peneliti mengembangkan robot tersebut agar bisa bertanding dengan manusia dalam membuat gol.

"Sejak tahun 2007 tim peneliti telah mengembangkan robot bipedal dan terdapat kamera di tubuhnya dan tidak perlu dikendalikan. Robot itu bisa bergerak otomatis jika ada bola dan bisa mengetahui di mana letak pemain lain," kata Phil Culverhouse, peneliti dari Center for Robotics and Intelligent Systems di the Universitas Plymouth.

Tahun 2009 ini, robot yang tingginya 50-60 sentimeter itu akan tampil dalam acara RoboCup event di Austria antara bulan Juni atau Juli. Robot itu juga akan diperlihatkan pada FIRA RoboWorld Cup di Korea bulan Agustus. Wah, jadi penasaran ingin melihat robot itu bermain bola ya! (vivanews.com)