Tampilkan postingan dengan label Flu Babi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Flu Babi. Tampilkan semua postingan

22 Agustus 2009

Cara Mencegah Flu Babi

Dunia dikejutkan serangan virus flu baru yang muncul kali pertamanya di Meksiko. Departemen kesehatan Meksiko menyatakan penyakit ini telah menewaskan 86 orang dan menyerang lebih dari 1.400 sejak 13 April lalu.

Virus yang sama juga menyerang Amerika Serikat. Pemerintah AS mengumumkan bahwa virus telah ditemukan di New York, California, Texas, Kansas, dan Ohio, namun belum ada laporan mengenai korban jiwa. Sementara Spanyol, Selandia Baru, dan Kanada melaporkan dugaan kasus tersebut.

Apakah flu babi itu dan bagaimana cara pencegahannya? Berikut jawaban dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control and Prevention

Apakah flu babi itu?

Flu babi adalah penyakit pernafasan yang menyerang babi, biasanya penyakit itu tak menular pada manusia. Ketika babi terkena penyakit ini, menurut data WHO 1-4 persen mati. Kadang flu babi juga diidap manusia yang bersentuhan dengan babi.

Mengapa flu babi seperti di Meksiko bisa mematikan?

Flu babi yang menyerang saat ini berbeda dengan jenis flu yang biasanya ada pada manusia atau babi. Jenis flu baru ini terdiri dari materi genetik babi, burung, dan manusia. Menurut WHO tak seperti flu babi biasanya, jenis baru ini bisa menular antar manusia.

Apakah babi pembawa virus ini?

Babi bisa dikatakan sebagai 'mangkuk pencampur' virus. Burung tak bisa menularkan flu ke manusia. Sedangkan babi rentan mengidap flu burung. Para ahli telah lama mengkhawatirkan flu burung yang diidap babi lantas bermutasi di tubuh babi menjadi virus yang lebih berbahaya dan bisa menular ke mamalia lain, termasuk manusia. Kasus di Meksiko, mungkin salah satu bukti kekhawatiran menjadi nyata.

Apakah virus flu babi bisa menular lewat konsumsi daging babi ?

Tidak juga, sebab babi yang masuk ke pemotongan hewan harus dipastikan bebas dari flu. Selain itu, proses pemasakan daging juga akan membunuh virus.

Adakah vaksin untuk mencegah flu babi?

Tidak ada, namun pusat pencegahan penyakit AS, CDC, sedang berusaha membuat vaksin flu babi.

Bagaimana dengan antivirus, apakah bisa mencegah flu babi?

Jenis flu ini kelihatannya sensitif dengan antivirus seperti Relenza and Tamiflu, tapi tak mempan terhadap Amantadine, Symmetrel, Rimantadine, atau Flumadine. Dalam kondisi flu biasa, jika mengkonsumsi obat 48 jam setelah bisa meringankan sakit.

Bagaimana gejala flu babi?

Gejalanya mirip flu pada umumnya yakni demam, lelah, nafsu makan hilang, dan batuk. Beberapa penderita mengelami hidung berlendir, tenggorokan sakit, muntah-muntah, dan diare.

Apa yang harus dilakukan jika mengalami gejala-gejala ini?

Tetap tinggal di rumah atau sekolah untuk menghindari penularan ke orang lain. Jangan bepergian terutama dengan pesawat. Hubungi dokter untuk mendapatkan arahan tindakan, namun jangan mengunjungi klinik atau rumah sakit yang belum melakukan persiapan untuk merawat pasien flu babi.

Bagaimana cara menghindari flu babi?

Biasakan mencuci tangan secara teratur, menggunakan sabun. Pakailah masker ketika bepergian di daerah ramai untuk menghindari penyebaran kuman. (vivanews.com)

01 Mei 2009

Masih tentang Swine Flu (Flu Babi)

1. Apa itu Swine Flu atau Flu Babi ?

Swine Flu (H1N1)adalah Virus Flu pada binatang babi yang tidak sama dengan Virus Flu pada manusia. Swine Flu yang saat ini menyerang secara pandemi di Mexico & US adalah Swine Flu yang mengalami Mutagenic Shift dari gabungan beberapa Virus Flu diantaranya : Swine Flu Babi + Avian Flu + Flu Manusia.


2. Mengapa hal demikian dapat terjadi (gabungan beberapa virus) ?

Pada dasarnya Genetic Virus Flu sering berubah rubah. Akibatnya Respon Immune tidak dapat mengenal sepenuhnya (parsial) pada waktu infeksi berulang. Pada waktu yang bersamaan terdapat Virus Influenza yang lain yang menginfeksi sel yang sama. Terjadilah pencampuran Virus yang akan mengakibatkan Strain yang baru (Mutagenic / Antigenic Shift). Dapat juga terjadi suatu Evolusi (Mutagenic Drift). Oleh karena itu tidaklah mengherankan apabila di kemudian hari dapat timbul Influenza Virus Kuda (H7N7, H4N8) , Virus Lembu Sapi bahkan Ikan Paus (H3N2).


3. Bagaimana penularan Swine Flu ?
  • Melalui Human to Human infection
  • Orang yang terinfeksi Swine Flu dapat menyebarkan Germ Flu (Basil Kuman) sehari sebelum Gejala Flu mereka muncul hingga 7 hari setelah mereka sakit
  • Penularan melalui udara
  • Penularan melalui kontak tangan dengan selaput lendir
Contoh : Kita menyentuh object yang di pegang oleh orang yang terinfeksi Swine Flu. Tanpa kita sadari kita menyentuh mata kita sendiri misal Gatal atau kucek mata , hidung & mulut
  • Pada daerah SUBTROPIS (daerah yang mempunyai 4 musim)
Tetapi kita yang berada di daerah Tropis tidak boleh lengah begitu saja


4. Seberapa parahkah Penyakit Swine Flu ?
  • Penyakit ini berbeda antara Mexico & America. Mexico lebih parah dari America.
  • Penyakit ini lebih ganas dari Avian Flu 3 - 5 kali akan tetapi dalam populasi jauh lebih kecil dari Avian Flu.

Bila 100 orang terinfeksi Avian FLu maka kemungkinannnya 80 orang akan meninggal dunia

Bila 100 orang terinfeksi Swine Flu maka kemungkinannnya 7 orang akan meninggal dunia

  • Penyakit ini menyerang Paru paru dan menyebabkan kematian karena mengalami Kegagalan Pernafasan (Respiratory Failure) akibat pembuluh darah paru yang pecah.

5. Bagaimana gejala Swine Flu ?

Gejala Swine Flu yang tersering adalah :
  • Demam lebih dari 37,7 C
  • Rasa Capek
  • Kurangnya nafsu makan
  • Batuk
Ada juga penderita disertai gejala tambahan :
  • Pilek
  • Sakit Tenggorokan
  • Mual
  • Muntah
  • Diare
Tips : Waspadalah bila kita mengalami Flu disertai Muntah & Diare!!


6. Apa yang harus saya lakukan dirumah bila menderita Flu ?
  • Selain untuk berobat hindarilah bepergian , lebih baik sementara di rumah.
  • Bila bersin & batuk tutuplah hidung dan mulut dengan tissue . Kemudian segeralah buang tissue itu ke kotak sampah.
  • Cucilah tangan anda segera !
  • Banyaklah istirahat
  • Ukurlah suhu tubuh sebelum tidur
  • Mintalah Ibu memasak Sop Ayam (anti inflammatory) & makanlah selagi hangat
  • Minumlah Teh Hijau (antioxidan) , bila memungkinkan campurlah dengan Black Tea (antioxidan). Minumlah selagi hangat , hiruplah uapnya
  • Minumlah Lemon , Madu & Whiskey sedikit (biasa untuk orang Eropa)
  • Mandilah air hangat
  • Vitamin C yang mengandung Zn (Zegase atau Zegavit) atau Jeruk Peres
  • Banyaklah minum terutama air hangat.

7. Apa obat Swine Flu ?
  • Tamiflu (Oseltamivir) 75 mg Capsule : 2 x 1 Capsule selama 5 sampai dengan 7 hari
  • Relenza (Zanamivir)
Obat ini akan efektif bila di minum kurang dari 36 - 48 jam sesudah serangan Swine Flu. Dan akan terasa perbaikan pada keesokan harinya. Di America ditemukan ada juga yang sembuh tanpa pengobatan Tamiflu atau Relenza (CDC = Center for Disease Control & Prevention)


8. Bagaimana mencegah Swine Flu ?

a. Mencuci tangan dengan Sabun & Air atau Alkohol Based Hand Cleaner

Kondisi yang mengharuskan kita mencuci tangan :
  • Sebelum mulai bekerja
  • Sesudah dari Toilet
  • Apapun yang di kotori oleh Pekerjaan
  • Sebelum memegang Sarung Tangan / Handuk / Alat Pelindung Diri ( termasuk Pakaian dll )

b. Jangan terlalu dekat dengan orang yang sedang terinfeksi. Jangan malu untuk memakai Masker

c. Jangan menyentuh langsung selaput lendir seperti mata , Hidung & Mulut


9. Tanda tanda Kondisi Emergency di rumah :
  • Penderita mengeluh Sakit Dada dan atau Kesulitan Bernafas
  • Daerah di sekitar bibir menjadi biru atau keunguan
  • Muntah dan Diare yang berlanjut
  • Tanda tanda Dehidrasi (Kekurangan Cairan)
  • Respon lambat dari biasanya atau Bingung an


10. Kelompok yang beresiko terkena penyakit lebih berat (cepat beralih ke kondisi Emergency)
  • Penderita berumur 65 tahun keatas
  • Semua golongan yang mempunyai penyakit Kronik ataupun Metabolic
  • Penderita penyakit Paru , Jantung & Immune System
  • Trimeter Ke tiga dari Kehamilan atau sehabis melahirkan

28 April 2009

Lacak Flu Babi Lewat Google Map

Jika di Twitter informasi soal Flu Babi tak menentu, bukan berarti internet tak bisa digunakan untuk memantau penyakit ini. Google, misalnya, memiliki peta khusus Flu Babi.

Peta dengan tajuk H1N1 Swine Flu itu bisa diakses lewat layanan maps.google.com. Peta khusus itu menampilkan informasi kasus-kasus Flu Babi yang terjadi di dunia.


Saat dikunjungi detikINET, Selasa (28/4/2009), peta Flu Babi dari Google Maps menunjukkan masih terkonsentrasinya penyakit itu di Meksiko, Amerika Serikat. Sedangkan di negara lain kebanyakan masih berupa dugaan kecuali kasus positif di Ingris dan Spanyol.

Peta Google khusus virus H1N1 ini menampilkan 'balon' pada lokasi-lokasi dengan kejadian Flu Babi. Setiap balon memiliki warna yang memudahkan pengguna untuk menimbang tingkat keseriusan kasus yang terjadi.

Balon warna pink menunjukkan adanya dugaan Flu Babi di suatu wilayah. Balon warna ungu menunjukkan diagnosa positif kasus Flu Babi. Sedangkan balon warna kuning menunjukkan diagnosa negatif.

Penanda lain pada balon itu, selain warnanya, adalah sebuah titik di tengah balon. Jika tidak ada titik, artinya ada kasus kematian di wilayah tersebut.

Selain Google, pengguna internet juga bisa mengakses peta sejenis di HealthMap.org. Bedanya, penanda di HealthMap.org tidak membedakan antara kasus dugaan, positif atau negatif. (DetikInet.com)

Tips Hindari Flu Babi !

Virus strain baru flu babi (swine flu) memang bisa mematikan. Apalagi virus strain baru bisa menyebar dengan cepat. Sebabnya, tak seorang pun punya kekebalan alami terhadap virus baru ini. Dan butuh waktu beberapa bulan untuk mengembangkan vaksinasi virus ini.

Namun setidaknya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit flu babi yang ditularkan dari orang ke orang ini. Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memberikan beberapa tips.
  • Tutupi hidung dan mulut Anda dengan tisu jika Anda batuk atau bersin. Kemudian buang tisu itu ke kotak sampah.
  • Sering-seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun, terutama setelah Anda batuk atau bersin. Pembersih tangan berbasis alkohol juga efektif digunakan.
  • Jangan menyentuh mulut, hidung atau mulut Anda dengan tangan.
  • Hindari kontak atau berdekatan dengan orang yang sakit flu. Sebab influenza umumnya menyebar lewat orang ke orang melalui batuk atau bersin penderita.
  • Jika Anda sakit flu, CDC menyarankan Anda untuk tidak masuk kerja atau sekolah dan beristirahat di rumah.
Di Meksiko, negara yang paling parah dilanda wabah flu babi ini, pemerintah negeri itu mengeluarkan imbauan bagi warganya untuk tidak berciuman, meski hanya cium pipi. Demikian seperti dilansir CNN, Senin (27/4/2009).

Pemerintah Meksiko juga mengimbau untuk tidak berada di antara kerumunan orang banyak serta tidak berdekatan dengan orang lain yang sakit. Penggunaan masker juga digalakkan di negeri itu.

Sejauh ini setidaknya 81 orang telah meninggal akibat wabah flu babi di Meksiko. Lebih dari seribu orang lainnya terkena penyakit ini. (detik.com)

Inilah Ciri dan Gejala Flu Babi

Meski belum sampai ke Indonesia, namun kita harus mewaspadai virus swine flu atau flu babi yang telah merenggut puluhan nyawa di Meksiko.

Lantas bagaimana gejala penderita yang terkena penyakit flu babi ini? Pada umumnya, gejala infeksi flu babi pada manusia mirip dengan flu biasa pada manusia. Yakni, demam yang muncul tiba-tiba, batuk, nyeri otot, sakit tenggorokan dan kelelahan yang berlebihan.

Namun selain itu, virus flu babi bisa membuat penderita muntah-muntah dan diare. Demikian seperti diberitakan Reuters, Senin (27/4/2009).

Pemerintah AS telah menyatakan wabah flu babi ini merupakan wabah yang serius. Wabah ini juga diyakini akan terus menyebar. Bahkan badan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan, flu babi merupakan keadaan darurat kesehatan publik yang menjadi keprihatinan internasional.

Flu babi ini mendatangkan risiko terbesar terjadinya pandemi berskala besar sejak wabah avian flu yang muncul kembali pada tahun 2003 lalu dan menewaskan 257 orang dari 421 penderita di 15 negara (detiknews.com)

Yang Perlu Diketahui Tentang Virus Flu Babi!

Virus mematikan flu babi yang belum pernah ditemukan sebelumnya telah mewabah di Meksiko. Setidaknya 81 orang telah meninggal dan menimbulkan kekhawatiran terjadinya pandemi.

Berikut sejumlah fakta yang perlu diketahui mengenai virus strain baru ini:

Flu babi sebenarnya merupakan penyakit influenza yang disebabkan virus influenza A subtipe H1N1. Namun Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengkonfirmasi bahwa beberapa kasus flu babi yang muncul di Meksiko merupakan strain baru virus H1N1 yang belum pernah ditemukan.

Karena itu meski namanya flu babi, namun strain baru ini belum pernah ditemukan pada babi. Ancaman penyakit ini justru pada transmisi dari orang ke orang. Demikian seperti dilansir Reuters, Senin (27/4/2009).

Virus ini secara genetik berbeda dengan virus influenza manusia H1N1 yang telah beredar secara global selama beberapa tahun terakhir. Virus flu baru ini mengandung DNA yang identik dengan virus avian, virus babi dan virus manusia, termasuk elemen-elemen dari virus babi Eropa dan Asia.

Menurut badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau Centers for Disease Control and Prevention (CDC), virus ini menular dari orang ke orang. Penularannya melalui bersin, batuk atau ketika seseorang terkena virus ini dari tangan mereka yang tidak dicuci bersih.

Lantas bisahkah orang tertular flu babi dengan memakan daging babi? Menurut CDC, tidak, asalkan daging tersebut dimasak secara benar dan matang. Pematangan hingga suhu 160°F telah mematikan virus flu babi maupun virus-virus lain dan bakteri.

Sejak Desember 2005 hingga Februari 2009, telah dikonfirmasi adanya 12 kasus penderita flu babi. Namun dari semua kasus itu, hanya satu orang yang pernah melakukan kontak dengan babi. Saat itu belum ada bukti penularan orang ke orang dalam kasus tersebut.

Namun sejak Maret lalu, kasus ini mulai dilaporkan di Meksiko dan terus menyebar ke AS dan negara-negara lainnya.

Yang perlu diingat, virus flu terus bermutasi. Karena itulah vaksin flu berubah setiap tahun. Untuk virus flu babi yang baru ini belum ditemukan vaksinnya. (detik.com)